Main Article Content

Abstract

This study aims to comprehensively analyze and determine the priority strategies for poverty alleviation in Banjarmasin City, with a specific focus on cultural poverty, which remains the most dominant and deeply rooted form of poverty in the community. The research method combines Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) analysis and the Analytical Hierarchy Process (AHP). The SWOT approach is employed to identify various internal and external factors influencing the effectiveness of poverty alleviation programs, as well as to formulate relevant and applicable strategic alternatives. Meanwhile, the AHP method is utilized to determine the priority order of these strategies based on expert assessments and stakeholder evaluations who possess expertise in social and economic development. The data were collected through in-depth interviews with seven key informants actively involved in the planning, implementation, and evaluation of poverty alleviation programs in Banjarmasin City. The findings indicate that the priority strategies that need to be developed include strengthening community empowerment institutions, improving human resource capacity, and enhancing the poverty data system to ensure validity, accuracy, and inter-agency integration. Policy recommendations emphasize the importance of cross-sectoral synergy, collaboration among development actors, and the implementation of evidence-based policies to ensure that poverty alleviation efforts are more effective, sustainable, and have a tangible impact on society.

Keywords

Cultural Poverty; Poverty Alleviation Strategy; SWOT; AHP; Banjarmasin City

Article Details

How to Cite
R, R., Yunani, A., Nur, M., & Nuryadin, M. (2025). Analisis Prioritas Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kota Banjarmasin. Ecoplan, 8(2), 129-147. https://doi.org/10.20527/ecoplan.v8i2.1256

References

  1. Agbasi, E. dkk. (2018). Kajian hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Nigeria. Sumerianz Journal of Economics and Finance, 1.
  2. Agustina, E., Syechalad, M. N., & Hamzah, A. (2018). Analisis pengaruh jumlah penduduk, pengangguran, dan pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 4(2), 265–283.
  3. Almira, S. R. & Huda, S. (2022). Dampak pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan pengangguran terbuka terhadap kemiskinan di DIY. Jurnal Randai, 3(1), 35–48.
  4. Arif, S. & Supriyanto. (2017). Pengaruh produk domestik regional bruto, tingkat pengangguran, dan inflasi terhadap kemiskinan di Jawa Timur 2005–2014. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(1), 357–370.
  5. Badan Pusat Statistik. (2025). Data persentase penduduk miskin (persen).
  6. Bahta, Y. T., Willemse, B. J., & Grove, B. (2014). Peran sektor pertanian dalam kesejahteraan, distribusi pendapatan, dan pembangunan ekonomi di Provinsi Free State, Afrika Selatan: Pendekatan CGE. Agricultural Economics Research, 53(1), 46–74.
  7. Berardi, N. & Marzo, F. (2015). Elastisitas kemiskinan terhadap pertumbuhan sektoral di Afrika. The Review of Income and Wealth. https://doi.org/10.1111/roiw.12203
  8. Dahiri & Fitri, H. (2020). Peran penting sektor pertanian dalam perekonomian dan tantangan realisasi investasi. Buletin APBN, 5(14), 7–11.
  9. Damayanti, A. & Fisabilillah, L. W. P. (2022). Analisis keterkaitan antara pengangguran terbuka dan pertumbuhan penduduk terhadap kemiskinan di Kota Malang. Journal of Economics, 2(1), 1–15.
  10. Dita, C. Y. E. & Legowo, M. (2022). Pengaruh kepadatan penduduk terhadap kemiskinan dan degradasi lingkungan. Jurusan Ilmu Sosial, FISH UNESA, 1, 1–12.
  11. Edward, A. O. & Azhar, Z. (2019). Hubungan antara pendidikan, kepadatan penduduk, dan ketimpangan pendapatan terhadap kriminalitas di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 1(3), 759–768.
  12. Fujiansyah, D., Aprini, N., & Rainbow, G. A. (2022). Kontribusi sektor perikanan terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 129–137.
  13. Hachicaa, E. & Triania, M. (2022). Dampak pendidikan, pengangguran, dan kepadatan penduduk terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembangunan, 11(1), 63–70.
  14. Handayani, R. (2017). Pengaruh aspek kependudukan terhadap kriminalitas di Provinsi Banten. Jurnal Administrasi Publik, 8(2), 149–169.
  15. Hermawan, I. (2014). Peran sektor pertanian dalam pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan dan perkotaan. Mimbar, 28(2), 135–144.
  16. Hilmi, dkk. (2022). Jumlah penduduk dan pengangguran sebagai faktor penyebab kemiskinan di Kabupaten Tolitoli. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(1), 20–27.
  17. Irhamni, I. (2018). Pengaruh variabel demografi dan belanja pemerintah terhadap kemiskinan di Indonesia periode 1986–2015. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 7(1), 88–97.
  18. Istifaiyah, L. (2015). Hubungan pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan pengangguran terbuka dengan tingkat kemiskinan. Jurnal Ilmiah, 1–19.
  19. Jonaidi. (2012). Tinjauan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi, 1(1), 140–164.
  20. Mustafid, Prahutama, A., & Srihardianti, M. (2016). Penerapan regresi data panel dalam peramalan konsumsi energi Indonesia. Jurnal Gaussian, 5(3), 475–485.
  21. Napitupulu, R. B. dkk. (2021). Penelitian Bisnis, Teknik dan Analisis dengan SPSS-STATA-EVIEWS. Madenatera.
  22. Niara, A. & Zulfa, A. (2019). Pengaruh kontribusi sektor pertanian dan industri terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 2(1), 28–36.
  23. Nugroho, P. A. & Wihastuti, L. (2021). Analisis pengaruh sektor industri, pertanian, dan pembentukan modal tetap bruto terhadap kemiskinan di Jawa Tengah periode 2013–2019. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.
  24. Runtunuwua, P. C. H. dan Tanjung, F. (2020) ‘The Effect Of Economic Growth And Total Population On Poverty Level In North Sulawesi’, WELFARE, 1(1), pp. 72–81.
  25. Safitri, L. dan Effendi, M. (2019) ‘Analisis Pengaruh Pendidikan, Pertumbuhan Penduduk dan Investasi terhadap Kemiskinan di Kalimantan Selatan’, Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 2(4), pp. 842–851.
  26. Safuridar (2017) ‘Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur’, IHTIYADH, 1(1), pp. 37–55.
  27. Silvia dan Ikhsan (2021) ‘Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan Kepadatan Penduduk terhadap Kriminalitas di Indonesia’, 6(1), pp. 23–30.
  28. Utami, D. D. dan Udjianto, D. W. (2023) ‘Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pendidikan, Dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan’, JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian, 2(7), pp. 637–646.
  29. Wahidah, A., Ismi, R. dan Nurfadilah (2018) ‘Analisis Regresi Data Panel pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 201-2015’, Jurnal MSA, 6(2), pp. 1–15.
  30. Wijayanto, P. dan Setiastuti, S. U. (2023) ‘Pengaruh Sektor Pertanian Terhadap Kemiskinan pada Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu Tahun 2010-2019’, Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.